Salah satu Ekstrakulikuler SMAN 3 BANDUNG

Kegiatan belajar mengajar yang menjadi rutinitas di sekolah
akan lebih berdayaguna dan berkembang jika diiringi dengan
kegiatan-kegiatan yang bisa menambah wawasan siswa dan
membangun skill lebih baik. Kepandaian akademik siswa
didalam kelas lebih menuntut untuk bekerjanya otak kanan,
sedangkan otak kiri yang berhubungan dengan imajinasi dan
daya kreativitas belum sepenuhnya terpenuhi.

Pengertian ekstrakurikuler (ekskul) adalah kegiatan
tambahan disekolah yang waktunya di luar jam belajar
mengajar dalam kelas. Biasanya sekolah memberikan waktu
khusus untuk kegiatan ekskul ini, contohnya, hari Sabtu sore,
hari Minggu atau hari-hari lain setelah jam pelajaran, yang
waktu pelaksanaan kegiatannya bisa diatur. Dengan ikut
sertanya anak-anak ke dalam kegiatan ekskul ini, diharapkan
kepribadian anak menjadi berkembang, anak akan lebih
dewasa dalam berpikir, tidak kuper alias kurang pergaulan.

Namun yang lebih penting dengan kegiatan ekskul ini, anak

anak harus lebih termotivasi juga dalam belajarnya, sehingga
di bidang akademiknya mereka juga lebih berprestasi. Paling
tidak, anak-anak yang ikut ekskul dengan yang tidak
berkecimpung sama sekali akan kelihatan perbedaan
karakternya. Betapa tidak ? di dalam ekstrakurikuler mereka
sering bertukar pendapat, bersosialisasi, berdialog
memecahkan masalah yang berhubungan pengembangan
kegiatan dan tentunya terlatih bisa membuat proposal
kegiatan. Sehingga pribadinya menjadi terasah dan tidak
gampang canggungan atau minder. Anak-anak yang
melibatkan diri dalam ekskul dan berprestasi di bidang
akademiknya, maka siswa ini bisa dikatakan sebagai siswa
“plus”. Hanya saja saat ini masih banyak anak didik yang tidak
antusias mengikuti ekskul di sekolah.

Ironisnya ada sebagian orangtua yang melarang anaknya
melibatkan diri dalam kegiatan ekskul di sekolah. Mereka
berpandangan dengan mengikuti ekskul akan mengganggu
pelajaran di kelas dan prestasi belajarnya akan menurun.
Memang, pendapat demikian tidak semuanya salah, asalkan
anak-anak yang melibatkan diri dalam ekskul bisa membagi
waktu dan tidak terlalu terbuai secara total mementingkan
kegiatannya daripada belajarnya di kelas, maka anak-anak ini
akan lebih berprestasi juga dibidang akademik. Namun,
dengan diberikannya pandangan miring tentang ekskul, maka
anak-anak sudah menganggap negatif tentang beberapa
ekskul di sekolah. Mereka menjadi antipati, tidak mau repotrepot harus meluangkan waktu untuk berkumpul dengan
kelompok kegiatannya, dalam benak mereka hanya buangbuang waktu saja. Hal inilah yang perlu diluruskan dan
diberikan pengertian yang lebih bijak. Adalah menjadi tugas
sekolah, khususnya pembina ekskul untuk memberikan
wejangan maupun pengarahan yang sifatnya membangun
pribadi anak agar lebih dewasa dan berkembang dengan
mengikuti ekskul.
Hal-hal yang patut diwaspadai dan tidak dijadikan
kesempatan bagi anak-anak dengan mengikuti salah satu
ekskul disekolah. Kenapa? Terkadang ada yang
memanfaatkan kegiatan ekskul di sekolah dijadikan ajang
mencari pacar bahkan berpacaran, menjadi alasan pada ortu
untuk disekolah dulu sepulang sekolah karena dirumah arus
disuruh-suruh membantu pekerjaan, dan alasan lain yang
justru membuat citra negatif ekskul itu sendiri.

Tiloes Theatre adalah salah satu seni permain peran (drama)
yang menyajikan cerita kehidupan nyata di atas pentas. Jalan

cerita yang disajikan biasanya mengandung pesan moral yang

tersirat dan bisa dijadikan pelajaran kehidupan oleh para
penonton. Tiloes Theatre ini didirikan pada 1 April hingga kini
masih aktif, di Tiloes Theatre ini tidak hanya melakukan seni
peran aja,banyak sekali hal hal yang dapat jika kamu masuk
ekstrakulikuler ini, seperti Organisasi dl