Ngeuyeuk seureuh berasal dari bahasa Sunda yang artinya paheyeuk-heyeuk jeng beubeureuh (bekerja sama dengan pasangan)

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, inti dari prosesi ini adalah sebuah momentum di mana kedua mempelai meminta restu pada orangtua. Restu diberikan melalui nasihat lewat lambang benda-benda yang ada dalam prosesi. Biasanya, prosesi ini dilaksanakan di rumah kediaman mempelai wanita pada malam hari sebelum akad nikah. Prosesi ini dipimpin oleh seorang Pangeuyeuk (juru rias).

Makna hidup orang Sunda sendiri dilandasi oleh tiga sifat utama, yakni; silih asih, silih asuh, dan silih asah. Secara literal diartikan sebagai saling menyayangi, saling menjaga, dan mengajari. Dari rangkaian prosesi ngeuyeuk seureuh ini diharapkan kedua calon pengantin bisa mengamalkan sebuah peribahasa kawas gula jeung peuet (bagaikan gula dengan nira yang sudah matang), artinya hidup yang rukun, saling menyayangi dan sebisa mungkin menghindari perselisihan.

Dalam pengajaran Bahasa Sunda di SMAN 3 Bandung, prosesi adat ngeyeuk seureuh menjadi salah satu penilaian ujian praktek. Siswa diwajibkan berpartisipasi dalam ujian praktek ini. Ujian praktek diadakan secara daring untuk beberapa kelas dikarenakan situasi pandemi.

Posted by : M.Reynaldi Maso

Written by : Daffa Hasya Wildany, Arya Danurwenda, Mohammad Akmal Ramadhan, M.Reynaldi Maso