Review Drama Musikal Festival Budaya

Drama Musikal Festival Budaya 2021 : Gayapatri menjadi suatu hal yang baru dalam Festival Budaya, berbeda dari tahun sebelumnya. Walaupun memang sulit untuk mengonstruksikan suatu drama musikal di tengah masa pandemi, tetapi Festival Budaya 2021 : Gayapatri membuktikan bahwa mereka bisa berhasil dalam melakukannya. Tidak selamanya berjalan mulus, sudah sewajarnya pagelaran sebuah acara sebesar drama musikal ini  diiringi dengan banyak tantangan dan rintangan yang membuat para panitia harus bekerja lebih keras untuk mewujudkan Drama Musikal ini. Namun, berkat kegigihan para panitia, akhirnya Drama Musikal bisa terlaksana dengan baik sebagai salah satu bentuk manifestasi siswa dan siswi SMA “Belitung Barat” yang peduli akan budayanya. Selain itu, Drama Musikal ini juga merupakan salah satu pementasan yang mengejawantahkan motto SMA Negeri 3 Bandung yakni, “Knowledge is Power, but Character is More.”

Drama musikal bertajuk Pandawa Lima ini dipersembahkan oleh ‘Butil/Budak Tilu’ atau yang dikenal sebagai siswa siswi SMA Negeri 3 Bandung angkatan 2022 sampai 2024. Pembuatan pre-production drama musikal ini, seperti recording musik, dilakukan hanya di studio dadakan yang disulap dari gudang Albar (Aula Baru) SMA Negeri 3 Bandung.

PROSES

Pengalaman proses pembuatan drama musikal ini tentu sangat membekas di ingatan siswa siswi panitia Festival Budaya ini. Shooting dramus ini dimulai dari jam 3 pagi sampai larut malam. Walaupun jangka waktunya tergolong cukup lama, shooting ini dilakukan dengan teman sebaya sembari berbincang sehingga tidak terasa membosankan.

 

Drama musikal ini mendapat sambutan meriah dari berbagai kalangan penonton, khususnya para guru dan murid. Dalam waktu singkat, drama musikal yang diunggah di akun youtube Festival Budaya Gayapatri ini langsung dibanjiri komentar positif dari warga tiga. Banyak siswa siswi yang kerap memuji drama musikal yang berlangsung tanggal 23 Oktober itu karena takjub melihat teman-temannya yang bernyanyi dan berlakon di sana.

“Keren!!” 

-komentar Sherryl Callista pada kolom komentar youtube

 

Cerita,  musik dan properti sesuai dengan adegan. Menarik dan keren,” 

-komentar Ramadan Ichsan.

 

“Mantap betul!”

-ujar Zamzam Saeful Bahtiar menambahkan.

 

Kemampuan berakting dan bernyanyi para pelakon dramus ini juga sukses memukau warga tiga. Tidak kalah dengan para pelakon kondang, para pemeran dramus ini terlihat sangat menghayati peran masing-masing. Selain itu, para penonton dibuat kagum dengan alur yang disajikan. Terinspirasi dari kisah wayang, yakni Pandawa 5, alur drama ini dimodifikasi dan dipadukan dengan realita kehidupan siswa SMA modern sehingga alur cerita menjadi maju-mundur. Berdurasi sekitar lebih 1 jam 3 menit, para penonton sama sekali tidak merasa bosan menontonnya. Ditambah lagi, setelah konflik muncul, para penonton disuguhkan dengan adegan perang yang epik dan heroik.


Selain itu, eksistensi properti dan kemahiran teknik perekaman audio serta video menyempurnakan drama musikal kebangaan ini.