Coronavirus Disease 2019 (Covid-19 telah melanda hampir sebagian besar negara di dunia, sehingga World Health Organization (WHO) telah menetapkan bahwa dunia dalam kondisi pandemi Covid-19. Indonesia-pun tentunya tak terhindarkan dari pandemi tersebut sehingga berdampak pada seluruh aspek kehidupan, baik aspek ekonomi, sosial, kesehatan, bahkan pendidikan. Hampir seluruh negara terdampak pandemi mengambil kebijakannya untuk menutup sekolah, termasuk juga di Indonesia. Namun, disisi lain, sekolah diharuskan tetap mendapatkan haknya memperoleh layanan pendidikan.

Oleh karena itu, Pemerintah pun mengeluarkan ketetapan melalui Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar, yang salah satu isinya tentang Belajar di rumah selama Pandemi Covid-19 melalui pembelajaran jarak jauh. Untuk memberikan layanan pendidikan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan warga satuan pendidikan serta mencegah penyebaran Covid-19 yang masif.

Namun seiring berjalannya waktu, kegiatan belajar di rumah ini memberikan dampak yang sangat besar terhadap proses dan nilai pembelajaran, hal ini ini ditunjukkan dari hasil penilaian pembelajaran yang menurun berdasarkan evaluasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Oleh karena itu, satuan pendidikan menyiapkan alternatif PTM dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan/atau PJJ sehingga orang tua/wali peserta didik dapat memilih PTM atau Pendidikan jarak jauh (PJJ) bagi anaknya berdasarkan surat edaran Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19.

Dalam rangka menindaklanjuti penyesuaian atas Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri terkait pelaksanaan pembelajaran di Zona selain merah dan oranye, yakni di Zona Kuning dan Hijau. Maka  diperlukan upaya pengaturan pencegahan penularan COVID-19 terhadap pelaksanaan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka melalui penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat serta pengaturan pola pembelajaran dengan memperhatikan aspek yang perlu dipersiapkan diantaranya:

  • Sarana prasarana yang steril dan terjamin untuk mencegah penularan penyakit sehingga aman digunakan.
  • Protokol Ketetapan (protap) pembelajaran dan psikososial yang harus dijaga agar tetap mempertahankan kualitas pendidikan baik kognitif maupun non kognitif.
  • Protokol kesehatan dilaksanakan secara disiplin.
  • Sistem yang diterapkan adalah shifting dengan ketentuan 25% dari jumlah siswa dan akan berubah naik sesuai hasil evaluasi pelaksanaan.
  • Siswa mengikuti PTMT maksimum 2×60 menit dengan jadwal sesuai pembelajaran yang telah disusun, selanjutnya asinkronus dari LMS masih dalam hari yang sama sesuai protap pembelajaran kondisi khusus. 

 

Sumber:

 

Website: sma.kemdikbud.go.id

Website: dapo.kemdikbud.go.id

Instagram: official sman 3 bandung